.

About this Blog

....
If you want to do something and you feel it in your bones that it’s the right thing to do, do it. Intuition is often as important as the acts... ^_^

Minggu, 23 September 2012

Penghitungan Biaya Bahan Baku ( 15 )



Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

 
Mari kita lanjutkan setelah kita tau prosedur pemakaian bahan baku,, kita akan menyusun dan mencoba menghitung Biaya Bahan Baku itu sendiri secara manual.




B.      Penghitungan Biaya Bahan Baku (BBB)
Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi terantung sistem pencatatan dan metode penilaian sediaan bahan baku yang diterapkan. Masih inget gag teman”,, bahwa ada 2 macam sitem pencatatan yaitu Sitem fisik (physical system) dan sitem perpectual. Namun dalam penerapan metode Harga Pokok Pesanan, sediaan bahan baku dicatat menggunakan sistem perpectual , dengan metode FIFO (MPKP), LIFO, & AVERAGE (rata-rata).
Sebagai ilustrasi, CV Spectrum, Jakarta  memproduksi lebih dari satu jenis barang. Sediaan bahan baku dicatat dengan sistem Perpectual FIFO. Data mutasi sediaan bahan baku pada Mei 2002 adalah sebagai berikut :

Mei 1,       Sediaan bahan baku x-1,  80 unit @ Rp 150.000,00....                       Rp  12.000.000,00
                 Sediaan bahan baku x-2, 130 unit @ Rp 125.000,00...                       Rp 16.250.000,00

Mei 7,      Pembelian dari PT Arumca, faktur 401
                 Bahan baku x-1, 120 unit @ Rp 155.000,00.................                     Rp 18.600.000,00
                 Bahan baku x-2, 120 unit @ Rp 130.000,00.................                     Rp 15.600.000,00
                 Dibayar dengan cek sebesar, ........................................                      Rp 34.200.000,00

Mei 11, Pemakaian bahan baku x-1                                                                                            
                Bukti penerimaan bahan No. PB-044, untuk Pesanan No. 01, 70 unit
                Bukti permintaan bahan No. PB-045, untuk Pesanan No. 02, 50 unit

Mei 18, Pemakaian bahan baku x-2
                Bukti permintaan bahan No. PB-046, untuk Pesanan No. 01, 100 unit
                Bukti permintaan bahan No. PB-047, untuk Pesanan No. 02, 50 unit

Berikut akan saya jelaskan penghitungan BBB menurut metode FIFO yang dilakukan bag. Kartu sediaan dan kartu harga pokok sbb :

1)      Harga poko bahan baku x-1 yang masuk proses produksi tanggal 11 Mei
·         Pesanan No. P-01: 70 unit @Rp 150.000,00....                      = Rp 10.500.000,00
·          Pesanan No. P-02: 50 unit terdiri atas :
10 unit @ Rp 150.000,00....           = Rp 1.500.000,00
40 unit @ Rp 155.000,00....           = Rp 6.200.000,00
                                                Jumlah,  ........                           = Rp  7.700.000,00
Total Harga pokok bahan baku masuk proses produksi 11 Mei 2002,..             = Rp18.200.000,00

2)      Harga pokok bahan baku x-2 masuk proses produksi tgl 18 Mei 2002
·         Pesanan No. P-01: 100 unit @ Rp 125.000,00.......               = Rp 12.500.000,00
·         Pesanan No. P-02:  50 unit , terdiri atas
30 unit @ Rp 125.000,00....           = Rp 3.750.000,00
20 unit @ Rp 130.000,00....           = Rp 2.600.000,00
                                                Jumlah,  ........                           = Rp  6.350.000,00
Total harga pokok bahan baku masuk proses produksi 18 Mei 2002, ..            = Rp18.850.000,00

0 komentar:

Posting Komentar

clock

Popular Posts